Danrem 174 / ATW

/media/images/danrem-buat-web

Photo Gallery

 

SEJARAH SINGKAT 
KOREM 174 / ANIM TI WANINGGAP

Sejarah berdirinya Korem 174/Anim Ti Waninggap tidak dapat dipisahkan dari sejarah terbentuknya Kodam XVII/Trikora sebagai satuan komando diatasnya, dan sejarah kembalinya Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi.

Diawali dengan tekad Pemerintah Republik Indonesia untuk mengembalikan Irian Barat dibawah sang saka Merah Putih, ditandai dengan dikumandangkannya Tiga Komando Rakyat  (Trikora)   pada  tanggal 19 Desember 1961, yang salah satunya berisikan pembebasan Irian Barat dari tangan agresor Belanda. Selanjutnya, dibawah komando Mayor Jenderal TNI Soeharto rencana operasi pembebasan Irian Barat disusun dan digelar dengan nama Komando Pembebasan Irian Barat. Langkah tersebut diambil sejalan dengan proses diplomasi yang sementara itu masih berlangsung.

Sebagai hasil perundingan bilateral Indonesia dengan Belanda dibentuklah pemerintahan transisi di Irian Barat, yaitu UNTEA, (United Nations Temporary Executive Authority), dan satuan tugas pengalihan tanggung jawab keamanan yang bernama Kontingen Indonesia Irian Barat (Kotindo).

Pada tanggal 1 Mei 1963 UNTEA, (United Nations Temporary Executive Authority), secara resmi menyerahkan Irian Barat kepada pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Kontingen Indonesia Irian Barat (Kotindo).

Selanjutnya, pada tanggal 1 Mei 1963 tanggung jawab pengamanan Irian Barat diserahkan dari Kontingen Indonesia Irian Barat (Kotindo) kepada Kodam XVII/Irian Barat, yang telah dibentuk berdasarkan keputusan Pangab nomor : KPTS, 1052/8/1962 tanggal 8 Agustus 1962 , sehingga kekuatan pertahanan keamanan, sosial masyarakat sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab kodam XVII/Irian Barat.

Untuk memudahkan pembinaan wilayah, Kodam XVII/Irian Barat dibagi menjadi 3 wilayah Korem yaitu Korem 171 yang berkedudukan di Manokwari, Korem 172 berkedudukan di Sorong dan Korem 173 berkedudukan di Merauke.

Setelah melalui beberapa kali perubahan nama, akhirnya berdasarkan surat keputusan Kasad nomor : Skep/11/V/1999 tanggal 7 Mei 1999 nama Kodam XVII/Trikora secara diresmikan digunakan Tmt 12 Mei 1999 yang membawahi 3 wilayah Korem, yaitu Korem 171 yang berkedudukan di Sorong, Korem 172 berkedudukan di Abepura Jayapura dan Korem 173 berkedudukan di Biak.

Pada perkembangan selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan  Kasad Nomor : Skep/62/2004 tanggal 29 November 2004, dibentuklah Korem 174/Anim Ti Waninggap yang berkedudukan di Merauke.

Dengan demikian, mulai Tmt 29 November 2004 Kodam XVII/Trikora  membawahi 4 wilayah Korem, yaitu : Korem 171/Praja Vira Tama yang berkedudukan di Sorong, Korem 172/Praja Wira Yakthi berkedudukan di Abepura-Jayapura, Korem 173/Praja Vira Braja di Biak dan Korem 174/Anim Ti Waninggap yang berkedudukan di Merauke.

Korem 174/Anim Ti Waninggap membawahi 2 wilayah Kodim, yaitu Kodim 1707/Merauke dan Kodim 1711/Boven Digoel. Wilayah Korem 174/ATW tergelar pada 1 Kabupaten induk yaitu Kabupaten Merauke dan 3 Kabupaten pemekaran, yaitu Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Asmat.

Kemudian pada tahun 2013 Kodim 1710/MMK resmi masuk menjadi bagian dari Korem 174/ATW yang berkedudukan di Kab. Mimika.

Sebagai satu Satuan Komando Kewilayahan  Korem 174/Anim Ti Waninggap mempunyai Djuaja seloka yang dekat dengan rakyat, yaitu Djuaja seloka ANIM TI WANINGGAP (dalam bahasa setempat bermakna KAMI DATANG UNTUK MENGABDI),  mengandung arti,  “Satuan yang memiliki Prajurit selalu berbuat baik kepada masyarakat, mampu mengayomi, melindungi, membangun kesejahteraan hidup rakyat, mampu mengatasi kesulitan rakyat, sehingga selalu dicintai dan disegani rakyat.”

Pejabat

Pendaftaran Prajurit

Search

Flag Counter