Danrem 174 / ATW

/media/images/danrem-buat-web_3226-copy

Photo Gallery

 

DANDIM 1711/BVD SEBAGAI INSPEKTUR UPACARA DALAM RANGKA PERINGATAN HARI JUANG KARTIKA TA. 2016.
 
Tanah Merah. Bertempat dilapangan Upacara Kodim 1711/BVD. Dandim 1711/BVD (Letkol Inf Raymond P. Simanjuntak S.E) bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam rangka memperingati HARI JUANG KARTIKA TA. 2016 Dengan Tema "Melalui Hari Juang Kartika Kita Mantapkan Jati Diri TNI-RAKYAT Guna Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian". Dimana bertindak sebagai Perwira Upacara Letda Inf H. Simanjuntak dan Komandan Upacara Lettu Inf Purnomo sebagai Pengucap Sapta Marga. Kamis (15/12/16).
 
Turut hadir pada Upacara Memperingatin HARI JUANG KARTIKA yaitu Dandim 1711/BVD, Wakapolres Boven Digoel, Danramil 1711/BVD, Sekda Kab. Boven Digoel, Kepala Dinas Pertanian, Para pimpinan SKPD Kab. Boven Digoel, Para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kab. Boven Digoel, serta anggota TNI, Polri dan Masyarakat Kab. Boven Digoel.
 
Dengan susunan peserta Upacara yang terdiri dari 1 SST anggota Kodim 1711/BVD, 1 SST anggota Satgas Yonif 413/Bremoro, 1 SST anggota Polres Boven Digoel, 1 Regu anggota Satpol PP Kab. Boven Digoel.
 
Dalam Amanat Kepala Staf Angkatan Darat yang dibacakan oleh Dandim 1711/BVD Letkol Inf Reymond P. Simanjuntak S.E selaku Inspektur Upacara pada intinya mengatakan Peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2016 ini, diselenggarakan melalui upacara sederhana secara tersebar dan serentak di seluruh wilayah Indonesia, yang disertai dengan syukuran serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
 
Hal ini merupakan refleksi dari jati diri TNI AD sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional yang senantiasa harus manunggal dengan rakyat serta mengedepankan kepentingan masyarakat, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia diatas segala-galanya. 
 
Hari Juang Kartika pada hakikatnya dilandasi oleh sebuah peristiwa bersejarah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang terjadi 71 tahun silam di Kota Ambarawa. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Palagan Ambarawa itu, telah membawa dampak politik secara internasional dan menjadi momentum penting untuk menunjukkan eksistensi TNI AD sebagai penjaga tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
 
Perlu dipahami bersama bahwa penyelenggaraan Peringatan Hari Juang Kartika, selain sebagai sarana untuk introspeksi diri, juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban TNI AD kepada rakyat atas pembangunan kekuatan yang telah dilaksanakan.
 
Oleh karena itu, tema yang ditetapkan pada Hari Juang Kartika tahun 2016 adalah “Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”. Tema tersebut mengandung makna bahwa TNI AD dengan Jati Diri nya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional yang Profesional, senantiasa tumbuh berkembang dan berjuang bersama rakyat untuk kepentingan  rakyat Indonesia.
 
TNI AD juga meyakini bahwa TNI akan kuat jika senantiasa manunggal dengan rakyat, karena kekuatan TNI yang didukung oleh rakyat merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi Bangsa dalam ikut serta membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ditulis Oleh Penrem 174/ATW Tanggal 16-December-2016
Di Group berita Kategori umum
    Komentar
    Nama
    Email
    Web
    Komentar

    Pejabat

    Pendaftaran Prajurit

    Search

    Flag Counter