Danrem 174 / ATW

/media/images/danrem-buat-web_3226-copy

Photo Gallery

 

DANDIM 1707/MERAUKE, HADIRI APEL GABUNGAN  OPRASI RAMADHAN MATOA TAHUN 2016 DI WILAYAH KABUPATEN MERAUKE
 
Merauke – Kepolisaian Restor Merauke, pada Kamis (30/06) Pagi Wit, menggelar  Apel gabungan  TNI/Polri dan Pemda Kabupaten Merauke dalam Operasi Ramadhan Matoa 2016 untuk menghadapi perayaan Hari Raya Idul Fitri 1437 H Tahun 2016. Apel ini dipimpin oleh Asisten I Setda Merauke Drs. Agustinus Joko Guritno
 
Oprasi Ramadhan Matoa 2016 bertujuan untuk mewujudkan Siskamtibmas dan kamsel tibcar lantas yang kondusif pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1437 H yang jatuh pada, 06 July 2016.
 
Apel gabunga ini melibatkan 150 personil yang terdiri dari , 1 SST kelompok Pama, 1 SST Anggota Kodim 1707/Merauke, 1 Regu Gabungan Kelompok Pom TNI dan Provost Polres , 1 SST Anggota Brimob, 2 SST Anggota Dalmas, 1 SST Anggota Satlantas, 1 SST Gabungan Anggota Intelelijen dan Reskrim Polres Merauke, 1 SST Kelompok Basarnas Merauke, 1 SST Gabungan Kelompok Bankom (RAPI dan ORARI Kabupaten Merauke dan 1 Regu Kelompok Pramuka.
 
Apel juga dihadiri Dandim 1707/Merauek Letkol Inf I Made Alit Yudana, Danpom Lantamal XI Merauke Letkol (PM) Hotma Tua, Waka Polres Merauke  Kompol Marthen W. Asmuruf, S.Sos, Kasub Den B Pelopor Brimob Merauke AKP Subekti Wibowo, Pimpinan Orari Kabupaten Merauke Ilmawan, Pimpinan RAPI Kabupaten Merauke Pangky Arhanus, Kepala Basarnas Kabupaten Merauke  Hari Adi P dan Para Perwira Staf Polres Merauke.
 
Selesai penyematan pita kepada perwakilan peserta Apel Operasi Ramadhan Matoa 2016, Asisten I Setda Agustinus menyampaiakan amanat dari  Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, bahwa  Apel Gelar Pasukan pada pagi hari ini, bertujuan untuk menciptakan kamtibmas yang aman dan nyaman di Kabupaten Merauke menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2016.
 
“Operasi ini dilaksanakan selama 16 hari dan diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik, bersama stakholder terkait, agar kamtibmas dapat terwujud sehingga masyarakat di Kabuppaten Merauke dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan damai”.
 
“Mudik merupakan hal yang rutin pada saat Hari Raya Idul Fitri agar para peserta dapat mengantisipasi hal tersebut, sehingga para pemudik dapat bersilaturahmi dengan keluarga. Tahun 2016 Kementrian Perhubungan RI memprediksi peningkatan pemudik mencapai 17,6 juta orang yang terdiri dari penumpang angkutan jalan, angkutan laut, angkutan penyebrangan, kereta api dan angkutan udara,” kata Drs Agustinus.
 
Lanjut Asisten I Drs. Agudtinus, “berdasarkan data Operasi Ketupat Tahun 2015 lalu, tercatat jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 3.048 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 646 jiwa, korban luka berat sebanyak 1.057 jiwa dan korban luka ringan sebanyak 3.891 jiwa, kecelakaan ini disebabkan karena faktor kurangnya fasilitas sarana dan prasarana jalan pada jalur yang dilalui pemudik, perubahan cuaca yang ekstrim dan kurangnya disiplin pengendara dalam mematuhi aturan berlalu lintas serta masih adanya pemudik yang tidak memperhatikan kelayakan kendaraanya”.
 
“Potensi kerawanan maupun gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi dalam perayaan lebaran tahun 2016 antara lain curat, curas dan curanmor. Untuk itu dilaksanakan sweeping rutin terhadap ormas yang terlibat  tawuran antar kelompok warga,balap liar dan kebut kebutan,penyalahgunaan narkoba, miras, petasan, aksi intoleransi beragama, terorisme, sabotase, serta bencana alam dan kebakaran,” ujarnya.
Ditulis Oleh Penrem 174/ATW Tanggal 01-July-2016
Di Group berita Kategori umum
    Komentar
    Nama
    Email
    Web
    Komentar

    Pejabat

    Pendaftaran Prajurit

    Search

    Flag Counter