Danrem 174 / ATW

/media/images/danrem-buat-web_3226-copy

Photo Gallery

 

BERPARTISIPASI DALAM KETAHANAN NEGARA , DANDIM 1707/MERAUKE MENGGELAR  KOMSOS DENGAN KOMPONEN MASYARAKAT KABUPATEN MERAUKE
 
Merauke – Memelihara dan meningkatkan hubungan antara TNI khususnya Prajurit Kodim 1707/Merauke dengan masyarakat Kabupaten Merauke,  agar terjalin keeratan yang harmonis dalam memberi pemahaman, menggugah dan mengajak berpartisipasi dalam Pertahanan Negara.
 
Pada Rabu (29/06) pukul 09.30 Wit bertempat di Aula Anim Ha Kodim 1707/Merrauke, Dandim 1707/Merauke Letkol Inf I Made Alit Yudana dengan di dampingi Kapolres Merauke AKBP Taufik Irpan Awaludin,SH, menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) dengan tatap muka secara langsung, dengan para Tomas, Toda, Toga, Tokoh Perempuan, Anggota FKPPI di wilayah Kabupaten Merauke.
 
Pertemuan secara langsung dengan para Komponen masyarakat Kabupaten Merauke yang diselenggarakan oleh Dandim Letkol I Made bertema “Melalui kegiatan penyelenggaraan komsos dengan komponen masyarakat kita tingkatkan wawasan kebangsaan guna mewujudkan persatuan dan kesatuan”.
 
Dalam kesempatan pertemuan ini, Dandim Letkol  I Made tidak menyia-nyiakan  waktu yang berharga, dengan memberikan sambutan dan arahan kepada para Komponen Masyarakat, Dandim mengatakan  bahwa Kewajiban saya sebagai TNI adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Merauke. dengan adanya kejadian-kejadian pemalangan akhir-akhir ini, khusunya  di Daerah Kuda Mati Dsitrik Merauke, untuk tidak terulang kejadian tersebut, kami sudah melakukan kegiatan patroli terbatas agar tercipta rasa aman dan nyaman.
 
“Kami memahami daerah tersebut khususnya Kampung Kuda Mati, Pos Polisi belum terisi personil. Mari kita sama-sama menciptakan rasa aman dan nyaman baik di wilayah Merauke maupun dilingkungan sekitar tempat kita tinggal, TNI tidak bisa melakukan penindakan terhadap orang-orang yang mabuk, anak-anak Aibon dan penjual miras, dikarenakan tidak ada wewenang/UUD yang memberikan TNI untuk melaksanakan penindakan melainkan membeck up aparat Kepolisian apabila di minta bantuan,” ujarnya.
 
“Adanya perpecahan antar suku marga Marind akibat dari Pilkada kemarin agar tidak meluas, untuk itu supaya tokoh-tokoh masyarakat Marind agar duduk bersama untuk mempersatukan kembali masyarakat suku Marind yang berada di Wilayah Kabupaten Merauke”
 
Lanjut Dandim, kami TNI di Wilayah Kabupaten Merauke sekitar 2000 Prajurit yang siap membantu masyarakat yang berada di Wilayah Kabupaten Merauke, apabila membutuhkan baik tenaga dan pikiran, kami siap apabila diperlukan. Untuk  generasi muda cintailah budaya sendiri, jangan selalu mengikuti budaya luar yang merusak moral Bangsa ini. Hargai jasa-jasa para pejuang yang telah memperjuangkan Bangsa dan Tanah Air kita. Ujar Letkol I Made
 
Kegiata pertemuan Komsos ini, juga memberi sajian tanya jawab antara tokoh masyarakat dan Dandim Letkol I Made yang didampingi Kapolres Merauke. Tanya   jawab ini membahas opini positif dalam membangun wilayah Kabupaten Merauke dengan permasalahan-permasalahan yang sering terjadi yaitu  penekan Miras dan  penanganan perpecahan suku serta pemberitaan yang dibuat oleh majalah surat kabar yang berlebihan agar dapat arahan dari Kepolisian Merauke.
 
Tambahan dari Kapolres Taufik, mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Merauke pada,  1 Juli 2016 pukul 15.00 Wit, agar datang dalam Acara Ulang Tahun Bhayangkari yang Ke-70 yang bertempat di Mapolres Merauke, kami sebagai umat beragama tentunya tidak senang dengan miras baik yang berijin maupun lokal sudah otomatis dilarang.
 
Perda Prov. Papua tentang Miras sudah jelas melarang membuat maupun membeli, yang intinya Pemda merauke merumuskan Perda tersebut, kami Polri dan TNI siap mendukung apabila perumusan Perda di Kabupaten Merauke sudah diselesaikan, maka kami akan melaksanakan razia serta membuat Tim Razia malam dan kami juga sudah tempatkan di Pos-pos personil, apabila menemukan anak-anak generasi muda yang mengkonsumsi miras maka kami akan bawa ke Polres. Tegasnya .
 
Sopi, minuman lokal yang dibuat dari sagero, agar diubah menjadi pembuatan Gula Aren, perlu adanya campur tangan dari Pemda Kabupaten Merauke dalam mejalankan kagiatan dan pengawasan supaya masyarakat mendukung kami agar bisa berjalan,” ucap AKBP Taufik.
 
Sebelum pertemuan Komsos selsai Dandim Letkol I Made dan Kapolre AKBP Taufik membagikan bingkisan tali asih kepada perwakilan tokoh masyarakat Asmat, Mappi, Kimam, Serui dan Muyu.
Ditulis Oleh Penrem 174/ATW Tanggal 30-June-2016
Di Group berita Kategori umum
    Komentar
    Nama
    Email
    Web
    Komentar

    Pejabat

    Pendaftaran Prajurit

    Search

    Flag Counter